Selamat Datang Diblognya Danu

Blog umum untuk berbagi infotmasi apapun, ada berita, lagu, video, cerita baik novel ataupun cerpen dan lain-lain. mau download ebooknya juga ada, cekedot!!!

Penasaran???

Tempat Belajar dan Sharing

Kita sabagai warga negara indonesia harus berani, dan siap bersaing dengan pemuda dari negara lainnya. haha gayanya bahasanya baku banget padahal ya sal-asalan. hehe oya disini temen-temen bisa download dan hunting tutorial tentang ngeblog mau tau lebih lanjut silahkan pantengi aja ya.....

Buka

Mau keliling Dunia? Cari tempat favoritmu disini

Berita dan info terkini juga ada, tentunya saya berupaya meng-updatenya terus untuk temen-temen sekalian dan untuk saya sendiri tentunya. mau baca artikel lebih tentunta ada juga disini. untukmu...

Cekidot

Bosen? Cari kesukaanmu disini

Music, video, tips and trik dan masih banyak lagi yang seru-seru lainnya.

Join

Coret-coretan

Memang agak aneh si, soalnya saya ini kuliah di jurusan teknik informatika di STMIK Amikom tapik kok seneng nulis. hehem ya kalo temen-temen berminat silahkan baca ajalah catatanku gak maksa sih cuma menyarankan dengan paksa. hehe bercanda,

Baca yuk
thanks for coming, please help me to click my ad ^_*

Join The Community

Tampilkan postingan dengan label moslem only. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label moslem only. Tampilkan semua postingan

Palestine Will be Free

Free Palestine


Hari ini ada rasa gembira yang tiada taranya dibandingkan dengan mendapatkan uang 100 juta atau lebih, aku lebih senang saat mendengar kabar bahwa saudaraku yang ada dipalestina kini sudah bisa mendapatkan akses keluar jalur gaza. info terbaru kemarin siang yang kudapat adalah kemenangan palestina dalam serangan darat yang dilakukan israel yang dimulai tanggal 22 nopember, tapi kini palestina tidak sendiri. mesir dan irak telah siap membantu, pasukan hamas dengan peralatan lengkap telah siap membantu tentara hebat palestina yang setiap saat selalu semangat melawan tentara zionis terkutuk itu.
aku selalu meneteskan air mata saat mengadu pada tuhan tentang betapa kejinya israel membantai para generasi muda palestina, para penghapal qur'an itu mereka bunuh dengan kejinya.

PALESTINE WILL BE FREE, AND NOW IT IS TIME.

Terimaksih ya Allah atas bantuan kekuatanmu yang luar biasa ini, terimaksih untuk selalu memberikan keajaiban pada setiap pertempuran jihad mujahidin palestina itu. terimakasih untuk sambutanmu nanti bagi mereka yang telah sahid dijalanmu.

sungguh, ini bukan masalah muslim atau bukan, ini bukan urusan antar negara atau bukan, ini juga bukan perkara siapa yang berkuasa. ini masalah kemanusiaan, ini masalah kemerdekaan yang manusiawi, perang ini bukan perang yang benar, perang yang bukan antar tentara tapi ini seperti pembantaian masal yang boleh disaksikan siapa saja.

Untuk palestina, ALLAHUAKBAR!!!
untuk muslim diseluruh dunia, ALLAHUAKBAR!!!
untuk kemenangan islam, ALLAHUAKBAR!!!.

Puasa 9 10 Muharam

 
Puasa 9 10 Muharam disebut juga puasa hari tasu’a dan hari ‘asyura. Hari ‘Asyura adalah hari ke 10 bulan Muharam, sedangkan hari Tasu’a adalah hari ke 9 bulan Muharam.

Hukum puasa pada hari ‘Asyura adalah sunnat muakkad.

وعن ابن عباس رضى الله عنهما ان رسول الله صلى الله عليه وسلم صام يوم عا شوراء وامر بصيامه



“Dari Ibnu ‘Abbas r.a, bahwa Rasulullah saw melakukan puasa pada hari ‘Asyura dan beliau memerintahkan untuk melakukannya”
(Muttafaq ‘alaih)


Imam Bukhori dan Imam Muslim berpendapat bahwa kata “memerintahkan” pada hadits tersebut hukumnya tidak sampai derajat wajib, tetapi sunat.

Pahala melakukan puasa pada hari ‘Asyura adalah sesuai dengan hadits :


وعن ابي قتادة رضى الله عنه ان رسول الله سئل عن صيام يوم عا شوراء فقال يكفر السنة الماضية


“Dari Ibn Qatadah r.a, bahwa Rasulullah saw ditanya soal puasa pada hari ‘Asyura. Beliau bersabda bahwa puasa hari ‘Asyura bisa mengkafarati dosa (kecil) selama satu tahun ke belakang”. 
(HR Muslim)


Hukum puasa pada hari ‘Tasu’a juga sunnat , sesuai hadits nabi :


وعن ابن عباس رضى الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لئن بقيت الى قابل لا صومن التاسع


“Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan”.
(HR Muslim)


Hikmah dianjurkannya puasa hari ke 10 disertai dengan hari sebelumnya/hari ke 9 adalah :
1. supaya berbeda dengan umat Yahudi, karena mereka juga dulu menjalankan tradisi puasa bertepatan pada tanggal 10 muharam saja, sehingga untuk membedakannya disunatkan bagi umat Islam melakukan puasa pada tanggal 9 10 muharam
2. menjaga kehati-hatian dari salah penanggalan awal muharam terutama bagi mereka yang ragu-ragu penentuan tanggal 1 muharam.
3. menjaga dari sebagian pendapat ulama bahwa puasa hanya 1 hari tanpa ada hari lain yang menemani adalah hal yang kurang baik, hal ini berdasarkan itba’ kepada pendapat yang menyatakan bahwa puasa pada hari jumat saja tanpa hari sebelum atau sesudahnya adalah kurang baik, namun Imam Syafi’I dalam Al Um, menegaskan bahwa tidak apa-apa menjalankan puasa hanya pada tanggal 10 Muharamnya saja, tanpa hari sebelumya. 

Sedangkan mengenai puasa pada tanggal 11 Muharam, sebuah hadits riwayat Imam Ahmad menyatakan :


صوموا يوم عا شوراء وخالفوا اليهود وصوموا قبله يوما وبعده يوما



“Puasalah kamu pada hari ‘Asyura dan berbedalah dengan puasa kaum Yahudi, dan puasalah sehari sebelumnya serta sehari setelahnya”

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
(Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya)
Keluarga kajian yang dimanapun berada, semoga selalu berada dalam limpahan rahmat dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Beberapa hari lagi, tahun hijriah akan bertambah angka digit terakhirnya dan tak terasa satu tahun Allah swt telah memberikan kita kesempatan untuk hidup meraih rahmatNya sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Bulan Muharram sebagai awal bulan pembuka Tahun Hijriah memiliki keistimewaan tersendiri diantara bulan Hijriah lainnya, berikut mari kita simak Ayat cintaNya dan Hadist tentang Bulan Muharram dan keutamaan Puasa Asy-syuara di Bulan Muharram.
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah dimana empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
Allah swt  berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram,” (QS. At Taubah: 36)
Kata Muharram artinya ‘dilarang’. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang, bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah.
Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.
Ketika Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah berhijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah ternyata juga bershaum pada hari tersebut. Maka beliau bertanya kepada mereka. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma :
Bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah, beliau mendapat Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya (kepada mereka) : “Hari apakah ini yang kalian bershaum padanya?” Maka mereka menjawab : “Ini merupakan hari yang agung, yaitu pada hari tersebut Allah menyelamatkan Musa beserta kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Maka Musa bershaum pada hari tersebut dalam rangka bersyukur (kepada Allah). Maka kami pun bershaum pada hari tersebut” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bershaum pada hari tersebut dan memerintahkan (para shahabat) untuk bershaum pada hari tersebut. [HR. Al-Bukhari 2004, 3397, 3943, 4680, 4737. Muslim 1130]
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab :
“(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.” [HR. Muslim 1162)
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Shaum ‘Asyura` memiliki empat tingkatan :
Tingkat Pertama : bershaum pada tanggal 9, 10, dan 11. Ini merupakan tingkatan tertinggi. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad : Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Selisihilah kaum Yahudi.” Dan karena seorang jika ia bershaum (pada) 3 hari (tersebut), maka ia sekaligus memperoleh keutamaan shaum 3 hari setiap bulan.
Tingkat Kedua : bershaum pada tanggal 9 dan 10. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Kalau saya hidup sampai tahun depan, niscaya aku bershaum pada hari ke-9.” Ini beliau ucapkan ketika disampaikan kepada beliau bahwa kaum Yahudi juga bershaum pada hari ke-10, dan beliau suka untuk berbeda dengan kaum Yahudi, bahkan dengan semua orang kafir.
Tingkat Ketiga : bershaum pada tanggal 10 dan 11.
Tingkat Keempat : bershaum pada tanggal 10 saja. Di antara ‘ulama ada yang berpendapat hukumnya mubah, namun ada juga yang berpendapat hukumnya makruh.
Yang berpendapat hukumnya mubah berdalil dengan keumuman sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang shaum ‘Asyura`, maka beliau menjawab “Saya berharap kepada Allah bahwa shaum tersebut menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” Beliau tidak menyebutkan hari ke-9.
Sementara yang berpendapat hukumnya makruh berdalil dengan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Selisihilah kaum Yahudi. Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” Dalam lafazh lain, “Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” Sabda beliau ini berkonsekuensi wajibnya menambahkan satu hari dalam rangka menyelisihi (kaum Yahudi), atau minimalnya menunjukkan makruh menyendirikan shaum pada hari itu (hari ke-10) saja. Pendapat yang menyatakan makruh menyendirikan shaum pada hari itu saja merupakan pendapat yang kuat.”
Kesibukan yang ada, terkadang membuat kita lupa esok tanggal berapa, jika saat ini keluarga kajian dekat dengan alat yang bisa mengingatkan keluarga kajian semua akan pentingnya shaum bulan Muharram, kita buat “reminder” yuk, bersiap menyambut keutamaannya dengan berniat untuk melaksanakannya esok di tanggal 9, 10 Muharram. Selamat menempuh tahun baru dengan peluang kesuksesan dan kenikmatan memperoleh rizki di dunia untuk mendapatkan akhiratnya.
=div.kreatif=
Sumber :
Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi
Penjelasan ustadz Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam ulamasunnah.wordpress.com dan fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` dalam ikhwanmuslim.or.id

Aku Cinta ROHIS karena Allah




Karya: Danu Wijaya

Pernahkah kita bertanya kenapa Tuhan menciptakan kita untuk bernafas setiap detiknya, ataukah kita berfikir mengapa kita butuh air saat kita dahaga? Aku selalu berfikir, bagaimana mungkin Tuhan selalu ada untuk kita, kita yang tak pernah tahu apa itu rasa syukur. Satu kejadian yang membuatku takut akan kesombongan adalah saat tubuhku tenggelam dalam genangan air sedalam lima meter, aku sadar bahwa udara adalah nikmat yang tak pernah lepas yang diberikan Tuhan, aku baru sadar bahwa air itu bisa menyejukkan tetapi bisa saja membuat kita mati ketakutan.
Itulah yang disampaikan pemateri kami waktu itu saat Kajian Intensif Kamis Sore atau kami anak Rohis lebih senang menyebutnya KISS. Pagi itu aku mendapati sebuah pesan singkat yang dikirim oleh sahabatku, ponsel yang sangat jadul dan tak modern itu adalah ponsel pertama yang kumiliki yang juga merupakan warisan dari kakak kandungku. Tapi karena bapak selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya akhirnya akupun akan mendapatkan ponsel modern pertamaku saat kelas dua .
“Assalam, bro kita mbuat tim nasyid yuk?” ajak sahabatku Chofi melalui pesan singkat,
“Wa’alaikum salam, oh boleh boleh. Siapa aja yg mau ikt?” balasku,
“Sudah ada 4 org, sama kamu jd 5. Nanti siang kumpul dimushola ya” balasnya lagi,
“Oke, sip” jawabku.
Chofi adalah sahabatku sejak SMP, aku belum akrab dengannya waktu itu. Kami hanya saling bertemu saat rapat atau para ketua kelas dikumpulkan untuk mendapat arahan yang diberikan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMA kami. Sementara empat tiga sahabat nasyidku lainnya adalah Arief, Taufik, dan Ahmad Khozin.
Sebenarnya kami berempat (aku, Chofi, Arief dan Ahmad Khozin) adalah teman satu SMP dahulu tapi aku masih pada duniaku, dunia yang berteman dengan anak-anak nakal yang dibenci guru. Sementara mereka bertiga adalah murid yang selalu berada di kelas favorit. Dan Taufik sendiri baru ku kenal saat SMA, karena dia merupakan ketua kelas dari kelas sepuluh dulu.
***

Pagi itu ada sebuah acara yang sangat sakral bagi kami, pagi dimana akan ada penyambutan bulan yang sangat diidamkan manusia, bulan ramadhan. Pagi itu akan diadakannya sebuah acara songsong ramadhan, acara yang pasti diagendakan rutin satu kali dalam setahun ini berisikan tausiyah dan beberapa penampilan dari eskul-eskul yang ada di SMANSA. Aku bersama teman-teman X3, serta teman-teman yang lain duduk di posisi tengah. Posisi pas bagi kami karena dapat melihat dengan sempurna semua orang yang ada di bawah naungan tenda besar yang dipasangkan di lapangan basket sekolah kami.

“Sepatu-sepatu, sebungkus cuma sepuluh ribu saja. Hahaha”. Ejekanku pada teman-teman karena waktu itu kami diberikan kantong plastik warna hitam yang menjadi wadah sepatu,

“Wah gak bisa kurang mas, di toko sebelah cuma lima ribu tiga. Haha”. Jawab sahabatku fahmi,

“Wah mas ini gimana, toko sebelah cuma jual sebelah mas. Lha itu lima ribu tiga, gek kanan semua lagi. Lha kalo mas mau beli lima ribu tiga ya bisa mas, tapi campur culek mas. Hahaha” bantahku sambil tertawa,

Dan kami yeng berada di barisan tengah ternyata sangat heboh dan ribut sekali saat acara sedang berlangsung. Aku, Fahmi, dan Chofi selalu membuat kegaduhan serta menjadikan bahan ejekan setiap apa yang sedang terjadi dipanggung. “Ehhor” sesekali keluar dari mulutku dan Chofi, “Ehwor” balas Fahmi, dan untuk ejekan Chofi adalah “Ehkholet” dan kalimat-kalimat itu yang paling sering terdengar ketimbang apa yang disampaikan dipanggung. Kami benar-benar urakan waktu itu, kumpulan orang yang senang membuat kegaduhan. Padahal kami terhitung murid baru di sini, tapi kami memang benar-benar tak punya rasa malu.

Sudah sekitar pukul 09.15 terhitung waktu berjalan, tetapi acara inti belum juga dimulai. Yaitu tausiyah yang akan disampaikan oleh ustadz yang diundang dari Tanjung Karang (sebuah kota yeng berada di pusat kota Bandar Lampung). Ternyata Al-Ustadz agaknya terlambat karena suatu hal, dan ini tidak pernah diduga oleh panitia sebelumnya. Kami semua sudah mulai kepanasan dengan tenda yang seadanya itu. Mulut-mulut para peserta sudah mulai berceloteh tak sabar, dan panitia sudah mulai habis akal untuk mengatasinya. Tapi tentu saaja tidak berlaku bagi kami, trio heboh, trio yang selalu ada akal untuh mengubah dan mencairkan suasana.

“Maju wae kwe mi” (maju saja kamu mi), kataku pada fahmi

“Iyo, maju wae. Cemen!” (iya maju saja. Cemen!), tambah Chofi,

“Oke, mange aku wedi opo. Maju iki aku.” (oke, emangnya aku takut apa. Maju aku) jawab Fahmi, dan ia meladeni tantangan kami dengan langsung berdiri dan dengan santai dan bergaya intelektual ia berkata,

“Maju!” sambil ia melangkah satu langkah kedepan,

“Wes to. Hahaha” (sudah to), kata fahmi

Dan begitulah kami, selalu ada yang dapat kami jadikan sebagai bahan bercanda. Dan anehnya, kami tak pernah bosan dengan itu.

Lalu pembawa acara mulai berbicara tentang acara yang molor ini, “Baiklah, karena keterlambatan pemateri kita kali ini. Marilah kita sambut penampilan dari eskul ROHIS, yaitu tim nasyid Together Voice!!! Berikan sambutan yang meriah untuk Together Voice”. Itulah kali pertamanya aku tahu yang namanya Nasyid, dakwah dalam syair dan nyanyian. Lagu pertama yang ku ketahui adalah lagu dari GSM yang berjudul “Bersatu”, tapi waktu itu aku belum dan bahkan tidak sama sekali tertarik dengan nasyid, musik dengan instrument mulut yang menurutku malah lucu untuk dilihat. “Tum tum tum, parap parap, tum, cekeces” aku hanya tertawa ketika melihat penampilan dari kakak-kakak kelas itu. Dan tentu saja, trio heboh tak akan tinggal diam dengan hal ini. Kami malahan membuat grup nasyid dadakan di barisan tengah, kami tirukan apa yang sedang dicontohkan didepan. Tapi, tentu saja lagunya telah kami aransmen sendiri dengan lirik buatan kami, lirik yang aneh dan tentunya lirik yang gunanya untuk mengejek nama orang tua. Beginilah lirik yang kami buat sendiri,

“Let let let,

Hor hor hor hor,

Wor wor wor wor,

Beduk masjid, (let kolet)

Dompet asli, (let kolet)

Guru MTK, (let kolet)

Waka kesiswaan, (let kolet)

Wor wor wor wor

Hor hor hor hor,”

“Let/ kolet” adalah ejekan untuk nama orangtua Chofi, “Hor” adalah nama ejekan untuk orangtua Fahmi, dan “Wor” sendiri adalah ejekan untuk nama orangtuaku.

Itulah awalku mengenal nasyid, nyanyian dengan musik pengiring yang unik dari mulut. Aku tertarik pada nasyid, tertarik pada nyanyian islami.

***

Sepulang sekolah kami berkumpul, saat aku datang ke mushola sekolah baru ada Chofi, Ahmad Khozin dan Taufik semantara Arief masih menyelesaikan agendanya.

“Assalamu’alaikum.” Sapaku sambil membuka pintu mushola,

“Wa’alaikum salam.” Jawab sahabatku kompak,

“Gimana bro?” tanyaku sambil berjabat tangan dengan mereka,

“Kumpul aja dulu, kita ngobrol aja. Sharing gitu” Jawab Taufik dan Chofi bergantian,

“Sambil nunggu Arief juga to?” tambah Ahmad Khozin,

Tak lama kami berbincang-bincang sekitar sepuluh menit kemudian akhirnya Arief datang, dengan wajah yang selimuti senyum khasnya ia memberi salam dan meminta maaf pada kami atas keterlambatannya. Yap, itulah Arief. Seseorang yang paling tidak bisa mengatakan tidak atas apa yang orang lain pinta padanya, sesulit apapun ia menjalaninya maka ia akan mengatakan iya terlebih dahulu. Jadi wajar jika memiliki waktu bertemu dengan dia, pasti akan ada banyak pertimbangan yang membuat dirinya selalu datang terlambat, selalu.

“Maaf ya bro, tadi ada janji bentar.” Dengan wajah yang manis ia meminta maaf pada kami,

“Iya gapapa kok, santai wae” jawab kami,

“Jadi gimana kesimpulannya, pada mau gak kalau kita mbuat tim nasyid?” tanya Arief,

“Oke aku mau, aku juga, sip aku juga” jawab Chofi, Ahmad Khozin dan Taufik,

“Yaudah kalo pada mau, ya aku ikut. Jadi pelengkap gitu lah. haha” jawabku.

“Sip deh, brati kita udah deal ya mbuat grup nasyid?” tanya arief sekali lagi,

“Yoi” jawab kami kompak.

Setelah itu kami lanjutkan pertemuan kami dengan menentukan nama grup nasyid yang telah kami bentuk, di sini kami mulai membangun keakraban persaudaraan. Kami saling bercanda dan bergurau satu sama lain, aku yang memang terkesan selalu ingin membuat orang tertawa begitu juga Chofi yang kompak denganku, sementara Arief dan juga Ahmad Khozin bagaikan saudara kandung yang akrab dan ternyata persahabatan mereka telah dimulai saat kedua ayah mereka juga dahulu merupakan sahabat karib, berbeda dengan Taufik yang cendrung diam dan penuh dengan perhitungan tapi tak kalah lucu saat ia mengeluarkan kata-kata.

Saat itu banyak sekali ide nama tim nasyid yang kami sebutkan, mulai dari Ar-Rash, Al-Kahfi, atau nama tim nasyid turun temurun dari SMA kami yaitu Together Voice, dan bahkan sempat tercetupkan sebuah ide yaitu Al-Kafirun dan Al-Murtadin. Kami benar-benar baru memulai tahap keakraban persaudaraan. Tapi akhirnya keluarlah ide untuk membuat nama tim nasyid kami dengan huruf awal dari nama masing-masing anggota Danu, Ahmad Khozin, Chofi, Taufik dan Arief dan terbentuklah “DACTA” ini adalah nama dari tim nasyid kami.

Beberapa hari kemudian, kami mendapat undangan dari kakak tingkat yang diumumkan pada setiap masing-masing kelas. Undangan itu adalah undangan untuk mengikuti acara MABIT yaitu Malam Bina Iman dan Taqwa, acara yang di agendakan oleh Rohis. Dan kami pun bersepakat jika ada kesempatan atau waktu yang disediakan oleh panitia acara untuk kami agar bisa tampil, maka kami akan tampil. Hmmm, nekat memang tim nasyid yang baru sekitar dua hari terbentuk sudah berani tampi diacara yang cukup ramai di datangi orang.

Tetapi ternyata DACTA belum cukup kemampuan untuk bisa tampil di acara sekaliber MABIT, maklum tanpa persiapan tanpa latihan dan tanpa arahan. Dan akhirnya sore sebelum mabit dimulai, kami menyempatkan diri untuk berkumpul dan latihan sejenak di lantai atas sebelah aula sekolah. Lagu pertama latihan kami adalah “Bersatu” yang dinyanyikan  oleh GSM. Terdengar tak beraturan tapi kami cukup menikmatinya saat itu, tapi anehnya sampai saat ini kami tak pernah dengan sempurna berhasil menyanyikan lagu itu dengan baik.

Malam datang dan acara MABIT dimulai setelah adzan magrib berkumandang, sholat magrib berjama’ah dan setelahnya membaca almatsurot sughra bersama-sama adalah agendanya, aku baru mengenal almatsurot dari acara MABIT ini, dari acara yang diagendakan Rohis ini aku baru juga tahu ternyata ada banyak cara membangun persaudaraan kita menjadi lebih erat. Acara dilanjutkan dengan materi dan beberapa hiburan dari panitia, dan kembali materi sampai pukul sepuluh malam serta dilanjutkan dengan beristirahat.  

Ini adalah pertama kalinya aku tidur di sekolah bersama teman-teman. Perasaan senang dan pengalaman yang sulit dicari lagi, sampai saat ini aku masih rindu saat-saat menginap di sekolah. Saat waktu beristirahat tiba aku dan teman-temanku yang lainnya mengalami hal yang sama, yaitu kami tidak bisa tidur semalam suntuk. Kami saling bercerita satu sama lain, saling mengejek dan lain sebagainya. Hingga pukul dua dini hari kami di ajak keluar ruangan untuk melaksanakan sholat tahajud dan witir dilapangan basket sekolah, dan lagi ini adalah pengalaman pertamaku sholat malam berjama’ah. Aku sangat senang bisa mengikuti agenda MABIT ini.

Tak terasa pagi hari datang, setelah melakukan sholat subuh berjama’ah dan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama-sama dalam lingkaran, kami diajak untuk mengikuti permainan yang telah dibuat oleh panitia. Kami dibagi atas beberapa tim, dua tim untuk laki-laki dan dua tim untuk wanita. Kami diberikan selembar kertas yang nanti akan berisi perintah untuk bisa sampai kekertas berikutnya yang pada akhirnya adalah penentuan tim siapa yang tercepat menyelesaikan rintangan. Oleh teman-temanku aku diberikan kesempatan untuk membuka dan membacakan lembaran kertas yang diberikan panitia,

“Silahkan meminta petunjuk pada kak Abbas” perintah dari kertas yang kubacakan kepada teman-teman,

Kami segera menuju ke arah kak Abbas untuk meminta petunjuk selanjutnya,

“Ketoilet Ikhwan nomor tiga” kataku setelah mendapat petunjuk, lalu sahabatku bertanya.

“Ikhwan itu yang mana, laki-laki atau perempuan?” tanyanya bingung

Aku juga bingung karena belum faham apa itu ikhwan dan akwat, tapi aku dengan yakin menjawab.

“Ketoilet Wanita!” jawabku dengan lantang sambil berlari,

Dan seketika permainan game pun jadi tak beraturan, ada dua tim yang tidak akan mendapatkan petunjuk yang terakhir karena telah salah langkah telebih dahulu. Aku malu tapi aku sangat senang, dan teman-temanku yang lainpun malah menertawaiku juga. Ikhwan yang berarti laki-laki dan akhwat yang berarti wanita/perempuan telah kusalah artikan. Begitulah kenanganku saat MABIT pertama, sangat mengasyikkan sampai siang hari kami di sekolah dan kira-kira pukul sepuluh pagi kami pulang ke rumah masing-masing, MABIT yang asyik dan melelahkan.

Setelah mengikuti acara MABIT , aku semakin tertarik untuk mengikuti agenda apa saja yang diadakan oleh Rohis apalagi kini aku memiliki tim yang bernuansakan islam. Melalui Rohis aku terus belajar nikmatnya mempelajari agama, melalui nasyid aku bisa membawa Rohis dikenal olah siswa bahkan masyarakat umum. Rohis selalu mengadakan agenda yang memberikan dampak positif bagi kita, meskipun peminatnya tak sebanyak ekstrakulikuler yang lainnya tetapi Rohis selalu memberikan warna yang berbeda.

Aku tak pernah melihat adanya rekrutmen untuk menjadi anggota teroris saat bergabung dengan Rohis, aku tak pernah merasa ingin menghancurkan siapapun yang tidak setuju dengan islam, aku tak pernah merasakan terkekang selama menjadi anak Rohis, aku juga tak pernah diwajibkan untuk selalu memakai baju koko atau berjenggot atau dilarang berteman dengan non muslim. Rohis bukan tempat untuk merekrut calon teroris, karena ROHIS menanamkan cara islamiyah yang tak pernah memaksakan, islam tak pernah menghancurkan begitu juga dengan Rohis, dan menjadi anak Rohis aku bisa tahu betapa luasnya islam itu, betapa banyak cara yang bisa disampaikan dalam berdakwah. Bukan dengan kekerasan, bukan dengan teror dan pembunuhan, bukan juga dengan kebohongan.

Dari Rohis aku belajar berdakwah, dari Rohis aku belajar berukhwah, dari Rohis aku belajar semuanya. Terimakasih ya Allah telah memperkenalkan aku dengan Rohis, dengan tim nayid yang kini menjadi bagian dari keluargaku. Aku anak ROHIS aku BUKAN TERORIS. Aku Cinta ROHIS karena Allah.

Untuk Siapa kita ini?



Untuk siapa kita ini? hmm aku terus bertanya tentang hal itu beberapa saat, kadang aku tak tahu waktunya kapan. tapi pasti saat-saat tertentu aku selalu bertanya hal tersebut.
untuk siapa kita ini? untuk apa kita ini? lalu apa saya ini? dan lain sebagainya.

pernahkah anda mengalami kejadian dimana anda lebih mementingkan urusan dunia dibandingkan urusan akhirat, atau anda merasa tak penting lagi beribadah kepada sang pencipta kita. sebuah pertanyaan yang terus menjadi bumerang dihidup saya ketika menyaksikan oranglain yang sulit sekali untuk sekedar sholat jum'at yang notabene hanya satukali dalam seminggu, atau puasa dibulan ramadhan yang hanya satu bulan salam satu tahun, atau bahkan zakat yang hanya dilakukan satukali dalam satu bulan. Ya Allah ya tuhanku, ampunilah hamba ini yang selalu berfikiran negatif tentang mereka.
mungkin mereka memang tidak bisa untuk pergi sholat jum'at karena hal penting, atau mungkin mereka tidak bisa berpuasa karena ada penyakit yang memaksa mereka untuk tidak melakukan ibadah puasa, juga mungkin mereka termasuk fakir miskin yang butuh dikasihani.

Ya Tuhanku, untuk siapa aku ini? jika untukmu maka ingatkanlah aku dengan kebaikan. jangan sampai engkau mengingatkanku dengan murkamu, jangan sampai aku menyesal setelah tanah-tanah menghimpitku. Ya Allah bantulah aku dengan kuasamu, terkadang aku menjadi manusia paling kecil saat mencoba mengingatkan mereka yang lupa. kadang aku menjadi manusia bisu saat telinga mereka tidak mengindahkan ajakanku, Ya Rabb mungkinkah aku sudah maksimal mengajak mereka dalam kebaikan ataukah ada yang salah dengan caraku?
Tolong bantulah hambamu ini.

Sahabatku, ingatlah untuk siapa kita ini, ingatlah bahwa kenapa tuhan menciptakan kita didunia ini. ingat mengapa Tuhan memberikan kita kesempatan untuk singgah didunia ini. ingat kawan, dan marilah mengingatkan. Aku sangat bahagia bisa berada diantara ukhwah ini, aku bahagia bisa berada diantara orang=orang yang membuatku bahagis ini. tapi aku sedih jika aku terus-terusan beribadah sendiri, aku sedih saat kalian sibuk dengan urusan duniamu. BUKAN dunianya Allah. Sahabatku, yuk sholat, yuk bersedekah, yuk beribadah.

Cerita Motivasi Islam, Kisah Tentang Pembunuh 99 Orang


Dalam sebuah hadits yang diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim secara sepakat disebutkan bahwa: dahulu di kalangan orang-orang yang sebelum kalian -yakni kaum Bani Israil- ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang. Lelaki ini telah berlumuran darah. Jari-jemarinya, pakaiannya, tangan, dan pedangnya, semuanya basah oleh darah, karena telah membunuh 99 orang dari kalangan orang-orang yang jiwanya terpelihara. Padahal seandainya semua penduduk bumi dan penduduk langit bersatu-padu untuk membunuh seorang lelaki muslim, tentulah Allah akan mencampakkan mereka semuanya dengan muka di bawah ke dalam neraka. Maka terlebih lagi dengan seseorang yang datang dengan pedang yang terhunus, sikap yang kejam, jahat, lagi emosi, akhirnya dia membunuh 99 orang.

Lelaki pelaku kejahatan ini telah melumuri dirinya dengan darah banyak orang dan membinasakan banyak jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya serta mencabut nyawa mereka. Sesudah dirinya berlumuran dengan kejahatan dan dosa besar ini, ia menyadari kesalahannya terhadap Allah. Ia pun ber­pikir tentang hari pertemuannya dengan Allah nanti, teringat saat hari kedatangannya kepada Allah untuk mempertanggungjawab­kan semua dosanya. Dia meyakini bahwa tiada yang mengampuni dosa, yang menghukumnya, yang menghisabnya, dan yang membenci seorang hamba karena dosa, kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Selanjutnya, ia berpikir untuk kembali dan bertaubat kepadaNya agar Dia membebaskannya dari neraka.
“Sesungguhnya para raja pun bila budak-budaknya telah beruban dalam perbudakannya mereka pasti akan memerdekakannya dengan pembebasan yang baik. Dan Engkau, wahai penciptaku, jauh lebih murah daripada itu. Sekarang sungguh aku telah beruban dalam penghambaan diri maka bebaskanlah diriku dari neraka.”
Maka keluarlah ia dengan pakaian yang berlumuran darah, sedang pedangnya masih meneteskan darah segar dan jari-­jemarinya berbelepotan darah. Ia datang bagaikan seorang yang mabuk, terkejut, lagi ketakutan seraya bertanya-tanya kepada semua orang: “Apakah aku masih bisa diampuni?”
Orang-orang berkata kepadanya: “Kami akan menunjukkanmu kepada seorang rahib yang tinggal di kuilnya, maka sebaiknya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah dirimu masih bisa diampuni.
Dia menyadari bahwa tiada yang dapat memberi fatwa dalam masalah ini, kecuali hanya orang-orang yang ahli dalam hukum Allah. Ia pun pergi ke sana, ke tempat rahib itu, seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil yang belum pernah merasakan manisnya ilmu dan tidak pernah membekali dirinya dengan pengetahuan, penelitian, dan penguasaan terhadap masalah-­masalah agama. Dia hanya melakukan ibadahnya menurut tata cara yang dibuat-buatnya sendiri tanpa ada dalil, baik dari syari’at maupun agama.
Perhatikan QS. AL-HADJlD (57): 27, yang artinya:
“Dan mereka mengada-adakan kerahiban, padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendirilah yang mengada-­adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak meme­liharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. “
Sesungguhnya agama itu bila tidak dibarengi dengan cahaya hidayah dan ilmu, sama dengan kesesatan dan bid’ah yang bertumpang-tindih antara yang satu dan yang lainnya.
Ia pun pergi dengan langkah yang cepat dengan penuh penyesalan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya, lalu ia mengetuk pintu kuil si rahib tersebut.
Rahib tersebut mengharamkan kepada dirinya sendiri: daging, makanan yang baik, pakaian yang baik, dan kawin, padahal Allah tidak mengharamkan semuanya itu atas dirinya. Dia lakukan hal tersebut karena kejahilannya tentang maksud Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia pun keluar menyambutnya.
Lelaki pembunuh ini masuk dan ternyata pakaiannya masih berlumuran darah segar, membuat si rahib kaget dan terkejut bukan kepalang. Si rahib berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu.”
Sambutan ini jelas bukan tata cara yang biasa digunakan oleh para ulama dan para da’i yang menghendaki hidayah bagi manusia, karena pintu Allah selalu terbuka; pemberiannya senantiasa datang dan pergi; pahala-Nya dianugerahkan; tangan kekuasaan­Nya senantiasa terbuka pada malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdosa pada siang harinya, dan senantiasa terbuka pada siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdo’a pada malam harinya, hingga matahari terbit dari arah tenggelamnya (hari Kiamat).
Si pembunuh bertanya: “Wahai rahib ahli ibadah, aku telah mem­bunuh 99 orang, maka masih adakah jalan bagiku untuk bertaubat?”
Rahib yang jahil itu spontan menjawab: “Tiada taubat bagimu!”
Mahasuci Allah, apakah engkau menutup pintu yang selalu dibuka oleh Allah? Apakah engkau memutuskan tali yang telah dijulurkan oleh Allah? Apakah engkau mencegah hujan yang telah diturunkan oleh Allah? Apakah engkau menutup jalan masuk yang telah dibuat oleh Allah?
Padahal Allahlah yang menciptakan; Allahlah yang telah menetapkan; Allahlah yang memberikan ampunan; Allahlah yang menghisab; dan Allahlah yang berbisik kepada seorang hamba pada hari yang tiada bermanfaat lagi harta benda dan anak-anak, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih, lalu Allah menyuruhnya mengakui dosa-dosanya, kemu­dian Allah mengampuninya jika Dia menghendaki. Maka apakah urusanmu, hai rahib, sehingga engkau ikut campur dalam urusan antara para hamba dan Tuhannya?
Apakah engkau memang seorang yang ahli untuk memberi fatwa dalam masalah ini? Bukan, engkau bukanlah seorang yang ahli dalam bidang ini. Hal ini hanya bisa ditangani oleh para ulama yang mengamalkan ilmunya lagi mengetahui tujuan syari’at-Nya.
Akhirnya, si penjahat ini putus asa memandang kehidupan ini. Di matanya dunia ini terasa gelap; kehendak dan tekadnya melemah; dan keindahan yang terlihat di wajahnya menjadi buruk. Ia pun mengangkat pedangnya dan membunuh rahib ini sebagai balasan yang setimpal untuknya guna menggenapkan 100 orang manusia yang telah dibunuhnya.
Selanjutnya, ia keluar menemui orang-orang guna menanya­kan kembali kepada mereka, bukan karena alasan apa pun, melainkan karena jiwanya sangat menginginkan untuk taubat dan kembali ke jalan Tuhannya serta menghadap kepada-Nya.
Ia bertanya kepada mereka: “Masih adakah jalan untuk ber­taubat bagiku?”
Mereka menjawab: “Kami akan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan.”
Sehubungan dengan pengertian ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan­nya melalui ayat-ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Dalam QS. AZ-ZUMAR (39): 9, yang artinya:
Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?

sumber: http://rahmatmuntaha.com/kisah-pembunuh-99-orang/

Kisah Inspiratif Islami ~ Muhammad al-Fatih


Muhammad Al Fatih lahir pada 29 Maret 1432 M di Adrianapolis. Merupakan panglima dan raja Islam yang hebat. Dalam hadits di atas bahwa Muhammad Al-Fatih oleh Rasulullah dikatakan adalah sebaik-baik raja dan sebaik-baik tentara. Muhammad Al-Fatih merupakan panglima perang yang membebaskan Konstantinopel.
Muhammad Al-Fatih kemudian menjadi raja di Konstantinopel pada umur 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451-1481). Muhammad Al-Fatih wafat pada 3 Mei 1481, karena sakit. Dia merupakan seorang negarawan dan panglima perang yang ulung di segani baik lawan maupun kawan.
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik dan strategi dalam peperangannya dia dikatakan mendahului pada zamannya dan kaedah dalam memilih pasukannya. Dia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq. Selain pandai dalam taktik perang Muhammad Al-Fatih merupakan cendekiawan muslim yang pandai dalam ilmu sains, matematika dan tujuh bahasa (Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew) saat berumur 21 tahun.
Muhammad al_fatih merupakan orang pertama mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhan). Kini nama tersebut di ganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk mengenang jasanya di bangunlah masjid yang di beri nama Masjid Al-Fatih di dekat makamnya.
Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mencermati usaha ayahnya menaklukkan Konstantinopel. Bahkan beliau mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta pada tahun 855 H/1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar tadi. Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil Muhammad Al-Fatih didik secara masif oleh beberapa ulama terkemuka oleh ayahnya, di antaranya adalah Asy-Syeikh Muhammad bin Isma’il Al-Kurani Asy-Syeikh Al-Kurani dan Syekh Syamsuddin.
Dalam menaklukkan Konstantinopel Muhammad Al-Fatih tidak secara gegabah melancarkan serangan. Akan tetapi, dia melalui proses yang sangat teliti. Karena para pendahulunya dalam penaklukan Konstantinopel selalu mengalami kegagalan. Usaha pertama dilancarkan tahun 44 H di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khalifah Umayyah. Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun 190 H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656 H, usaha menawan Kostantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arselan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos (Romanus IV/Armanus), tahun 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.
Awal kurun ke-8 hijriyah, Daulah Utsmaniyah mengadakan kesepakatan bersama Seljuk. Kerjasama ini memberi nafas baru kepada usaha umat Islam untuk menguasai Konstantinopel. Usaha pertama dibuat di zaman Sulthan Yildirim Bayazid saat dia mengepung bandar itu tahun 796 H/1393 M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Bayazid untuk memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan Konstantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya menemui kegagalan karena datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol di bawah pimpinan Timur Lenk.
Akhirnya pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M, Muhammad Al-Fatih dan bala pasukannya menyerang Konstantinopel. Dia terlebih dahulu mengumandangkan kalimat takbir dan berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur’an serta hadits Nabi tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini dilakukan agar pasukannya mempunyai semangat yang tinggi dan disambut oleh pasukannya dengan dzikir, puji-pujian, dan doa kepada Allah.
Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Byzantium di sana. Takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar” terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan langit-langit dan dinding bangunan Konstantinopel runtuh seketika. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.
Pada penyerangan di Konstantinopel selama 53 hari, pasukan Muhammad Al-Fatih mengalami kebosanan. Sehingga dia berkata “Wahai tentaraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Lalu siapa yang mau syahid ikutlah aku”
Mendengar ucapan Muhammad Al-Fatih Hasan Ulube salah seorang tentaranya melompat masuk ke barisan musuh dengan membawa bendera Islam. Lalu mereka gugur sebagai syuhada bersamaan dengan anak panah yang menancap di tubuhnya.
Setelah Konstantinopel di kuasai oleh umat Islam di bawah kepemimpinan Muhammad Al-Fatih. Ada suasana yang menarik di waktu pertama kali menunaikan shalat Jum’at, timbul pertanyaan di benak kaum muslimin dan benak Muhammad Al-Fatih. Kemudian Muhammad Al-Fatih berdiri lalu berucap “Siapa di antara kita sejak baligh sampai sekarang pernah meninggalkan shalat fardu, walaupun sekali saja?” tidak seorang yang duduk, karena para tentaranya tidak seorang pun yang meninggalkan shalat fardu.
Muhammad Al-Fatih bertanya lagi, “Siapa di antara kita sejak baligh sampai sekarang meninggalkan shalat sunnah rawatib silahkan duduk?” sebagian daripada tentaranya duduk.
Kemudian Muhammad Al-Fatih bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh sampai sekarang pernah meninggalkan shalat tahajjud walaupun satu kali saja?”. Kali ini semua tentaranya duduk, kecuali Muhammad Al-Fatih sendiri. Sehingga yang menjadi Imam shalat Jum’at pertama kali di Konstantinopel adalah Muhammad Al-Fatih.
Dalam sejarah di katakan bahwa Muhammad Al-Fatih sejak akil baligh tidak pernah meninggalkan shalat fardu, shalat sunnah rawatib dan shalat tahajjud. Inilah panglima perang sekaligus pemimpin pemerintahan yang patut ditiru dan di teladani, sesuai dengan isyarat Rasulullah dalam haditsnya Muhammad Al-Fatih merupakan sebaik-baik raja dan bala tentaranya.

Tidur Berlebihan

Sebagian orang mengira bahwa tidur dan menambah porsi tidur merupakan bukti pemberian hak istirahat bagi dirinya sendiri, padahal tindakan ini justru membahayakan diri sendiri.

Di antara bahayanya, tidur berlebihan dapat membuat seseorang tidak melakukan banyak pekerjaan yang bermanfaat, dan memperkecil pemanfaatan waktu luang yang sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang memberinya manfaat dan kebaikan. Orang yang banyak tidur, pasti banyak merugi.

Berbagai kajian dan penelitian menunjukkan pentingnya memperkecil porsi tidur. Dr. Hamdi mengatakan, “Para dokter berpendapat bahwa orang yang membatasi waktu tidurnya justru lebih enerjik dan lebih giat daripada orang yang menambah porsi tidurnya lebih dari delapan jam. Hal itu karena orang yang suka tidur biasanya memiliki sifat gelisah, introvert, terasing, cemas, cenderung impoten, rusak sarafnya, bimbang, dan mudah terpengaruh oleh sebab-sebab yang sepele, serta pesimis. Sebagaimana mereka tidak menyikapi masalah pribadi mereka secara serius. Karena itu, mereka suka tidur dan seolah-olah mereka lari dari kehidupan, dan berbagai masalahnya.”

Jadi, banyak tidur dianggap sebagai tindakan lari dari realitas. Padahal kehidupan ini hanyalah beberapa jam yang digunakan untuk menghadapi realitas ini, perjuangan melawan hawa nafsu dan mengarahkannya kepada yang lebih baik, Hamdi juga mengatakan, “Sebagaimana berbagai kajian para peneliti membuktikan bahwa orang-orang yang tidurnya singkat lebih biasa merasakan tidur nyenyak daripada orang-orang yang tidur lebih banyak dari ukuran yang normal. Jadi, banyak tidur itu tidak sehat, sedangkan tidur minimal itu dapat menjadi obat.”

Di antara waktu yang sering dilalaikan banyak orang dan diisi dengan tidur adalah waktu setelah subuh. Padahal waktu setelah subuh merupakan waktu yang diberkahi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memotivasi kita untuk mencari rizki dan ilmu sedini mungkin, karena beliau mengetahui adanya kebaikan dan keberkahan di waktu pagi.



Sumber:

Hasyim Ali A. Tarbiyah Dzatiyah: Robbani Press

Membuat Tertawa Itu Dosa?

Assalamu'alaykum wr. wb.



Ustadz, saya pernah baca katanya kalau membuat orang lain tertawa terbahak-bahak itu dosa. Berarti pelawak berdosa? Kalau tidak salah saya baca di salah satu hadis Bukhari. Apakah benar demikian ustadz?

Torres
Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Di dalam kitab al Mausu’ah al Fiqhiyah disebutkan Tertawa bisa berupa tersenyum atau terbahak-bahak. Pada dasarnya : jika ia berupa senyuman maka diperbolehkan menurut kesepekatan para ulama bahkan hal itu pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkannya sebagaimana terdapat dalam hadits Abdullah bin al Harits yang mengatakan, ”Tertawanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hanya sekedar senyum." (HR. Tirmidzi) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah.” (HR. Tirmidzi)

Adapun tertawa dengan terbahak-bahak maka para ulama memakruhkannya dan melarangnya jika hal itu banyak dilakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati." Tsabit al Bananiy mengatakan, ”Tertawanya seorang mukmin adalah bagian dari kelalaiannya yaitu kelalaian terhadap perkara akherat dan jika dirinya tidak lalai maka tidaklah ia tertawa.” (hal. 10083)

Jadi pada dasarnya tertawa adalah sesuatu yang mubah (boleh) selama tidak kebanyakan (berlebihan) karena hal itu dapat mematikan hati, menjadikannya tertipu, berada di dalam kegelapan dan melupakan perkara-perkara akherat, sebagaimana apa yang diriwayatkan Oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati."

Imam Nawardi di dalam kitabnya Adab ad Dunia wa ad Diin menyebutkan bahwa tertawa sesungguhnya kebiasaan yang dapat menyibukkannya dari melihat perkara-perkara penting, melalaikan dari berfikir terhadap berbagai musibah yang memilukan. Orang yang banyak tertawa tidaklah memiliki kehormatan dan kemuliaan. Diriwayatkan Oleh Abu Idris al Khulani dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Waspadalah kamu terhadap banyak tertawa. Sesungguhnya ia dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah (mu).” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas terhadap firman Allah SWT :

هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ

Artinya : “Kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” (QS. Al Kahfi [18] : 49), Sesungguhnya yang kecil di situ adalah tertawa.

Adapun tentang melawak —disebutkan didalam Fatawa al Azhar— bahwa ia adalah sesuatu, baik berupa perkataan maupun perbuatan yang didominasi oleh tertawa, memasukkan kebahagiaan didalam jiwa maka hukumnya tergantung pada tujuan darinya serta uslub (cara-cara) yang digunakan di dalamnya. Apabila tujuannya adalah menghina atau merendahkan (orang lain) atau menggunakan cara-cara dusta maka hal itu dilarang dan jika tidak terdapat hal-hal demikian maka tidaklah dilarang, ia seperti canda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercanda dan tidaklah dia mengatakan kecuali kebenaran, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan terdapat didalam sunan at Tirmidzi, ”Sesungguhnya Anda bercanda dengan kami,” Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tidaklah mengatakan sesuatu kecuali yang benar", ini adalah hadits hasan.

Di antara beberapa peristiwa, disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepadanya, ”Bawalah aku di atas onta.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Bahkan kami akan membawamu di atas anak onta.” Orang itu berkata, ”Bagaimana aku melakukannya? Sesungguhnya ia tidaklah bisa membawaku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidak ada satu onta pun kecuali dia adalah anak onta.” Diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan dishahihkan olehnya. Didalam “al Adzkar” milik Imam Nawawi hal 322 disebutkan bahwa yang bertanya adalah seorang wanita.

Saya mengingatkan untuk menyedikitkan tertawa dan janganlah selalu tertawa karena hal itu bisa menjadikannya haram, disebutkan di dalam hadits, "Bisa jadi seseorang mengatakan satu patah kata yang menurutnya tidak apa-apa tapi dengan kalimat itu ia jatuh ke neraka selama tujuhpuluh tahun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.” Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.” Imam Nawawi di dalam kitabnya itu mengatakan bahwa para ulama berkata, ”Sesungguhnya canda yang dilarang adalah yang kebanyakan dan berlebihan karena ia dapat mengeraskan hati dan menyibukkannya dari dzikrullah dan menjadikan kebanyakan waktu untuk menyakiti, memunculkan kebencian, merendahkan kehormatan dan kemuliaan. Adapun canda yang tidak seperti demikian maka tidaklah dilarang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit melakukan canda untuk suatu kemaslahatan, menyenangkan dan menghibur jiwa. Dan yang seperti ini tidaklah dilarang sama sekali bahkan menjadi sunnah yang dianjurkan apabila dilakukan dengan sifat yang demikian. Maka bersandarlah dengan apa yang telah kami nukil dari para ulama dan telah kami teliti dari hadits-hadits dan penjelasan hukum-hukumnya dan hal itu karena besarnya kebutuhkan terhadapnya. wa billah at Taufiq (Fatawa al Azhar juz X hal 225)

Wallahu A’lam.

Sepuluh Amalan Dalam Tilawah Al Qur'an

Imam al Ghazaly menjelaskan, ada sepuluh amalan dalam tilawah Al Qur’an, yaitu :



1. memahami keagungan dan ketinggian Allah SWT



2. mengagungkan Allah SWT



3. kehadiran hati dan meninggalkan bisikan jiwa

VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)

Menurut pandangan Islam



Benarkah ia hanya kasih sayang belaka



“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)





Hari 'kasih sayang'

Pandangan MUI tentang Perempuan Mengimami Shalat Jumat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan perempuan tidak diperbolehkan menjadi Imam shalat Jumat. Menurut MUI, ijma' yang dilakukan para ulama di dunia memutuskan perempuan tidak boleh menjadi imam shalat Jumat. "Itu sudah jelas, tidak boleh perempuan menjadi imam," ujar Ketua Fatwa MUI, Ma'ruf Amin kepada Republika, akhir pekan lalu.

Ma'ruf menilai dengan kondisi apapun termasuk tiadanya laki-laki yang bisa menjadi Imam shalat Jum'at, perempuan tidak boleh menggantikan laki-laki menjadi Imam. Ia menegaskan kembali bahwa hukumnya sudah jelas, meski dalam Alquran tidak terdapat aturan khusus soal perempuan menjadi

Perempuan Boleh Jadi Imam, Tapi dengan Syarat

Umat Islam sempat dikejutkan dengan peristiwa yang pernah terjadi tahun 2005 lalu. Saat itu seorang perempuan bernama Amina Wadud memimpin shalat Jumat dengan makmum perempuan. Kemudian di tahun 2008 dia kembali menjadi imam shalat Jumat di Oxford dengan makmum campuran. Kini, pristiwa itu bakalan terulang saat penulis buku asal Kanada, Raheel Reza berniat menjadi imam Shalat Jumat yang berlangsung di Oxford, Inggris.

Ketua umum Asyiyiah, Siti Noordjannah Djohantini berpendapat persoalan itu memang masih menjadi kontroversi di kalangan umat Islam. Meski begitu pembahasan dan diskusi terkait kasus tersebut terus dilakukan walau belum mendapat putusan. "Kami di Asyiyah berpandangan perempuan menjadi Imam dibolehkan asal memenuhi beberapa syarat," kata dia kepada Republika Online, Jum'at Siang.

Ia menyebut

Awas, Tafsir Sesat Soal Homoseksual Mulai Digulirkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--April 2010 lalu, saat mengunjungi kampus School of Oriental and African Studies di London, saya menemukan sebuah buku berjudul Homosexuality in Islam: Critical Reflection on Gay, Lesbian, and Transgender Muslims, (Oxford: Oneworld Publications, 2010), karya Scott Siraj al-Haqq Kugle. Karena penasaran akan isinya, saya beli buku itu, dengan harga 19,99 poundsterling. Buku setebal 355 halaman ini ternyata berisi seruan untuk menghalalkan praktik homoseksual.

Di Indonesia, pemikiran semacam ini juga sudah mulai digulirkan, baik oleh praktisi homo dan lesbi, maupun sejumlah cendekiawan dan akademisi di Perguruan Tinggi. Salah satu metode yang digunakan dalam 'halalisasi' praktik homoseksual adalah dengan merumuskan model penafsiran baru terhadap Alquran. Ia tulis bab khusus berjudul

Mewaspadai Titik Keharaman Pasta Gigi

Ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting dilakukan karena menyangkut kualitas hidup seseorang. Bahkan, Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sangat menekankan agar seorang Muslim membersihkan giginya setiap akan shalat.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seandainya tidak akan merepotkan umatku, maka aku akan perintahkan kepada mereka untuk membersihkan gigi pada setiap akan shalat." (HR Bukhari dan Muslim). Sejak zaman dahulu kala, manusia sudah memiliki kesadaran untuk membersihkan gigi dan mulut dari sisa kotoran.

Konon, pasta gigi telah

Fase Kontroversial Fatwa tentang Perempuan Menyanyi

DUBAI--Presiden International Union For Muslims Scholar, Yusuf Alqardhawi membolehkan muslimah bernyanyi dan memainkan musik di tempat hiburan. Fatwa ini dinilai cendikiawan lain bertolak belakang dengan syariah. Mereka mengkritik fatwa yang dilontarkan Qardhawi. Menurut mereka, selain Muslimah, laki-laki juga dilarang untuk bernyanyi dan memainkan alat musik.

Cendikiawan Muslim Universitas Al-Azhar Abdullah Fatah Idris mengatakan secara umum perempuan bernyanyi itu dilarang namun tidak ada bukti yang menunjukan wanita tidak bisa membiarkan laki-laki untuk mendengar suara mereka sembari bernyanyi. Namun, Idris juga mengatakan di era Nabi MUhammad SAW ada seorang wanita bernama Zainab yang saat itu bernyanyi dalam pernikahan wanita lain.

Meski dikritik,

Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani

Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.

Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan

Terimaksih telah berkunjung. Semoga Dapat bermanfaat. Untuk Sobat yang Mau Komentar Tambahkan Komentarmu di ChatBox yang Ada Bagian Dikanan Blog ini^_^

Iklan Sponsor