TOKYO - Jepang menyatakan status darurat tenaga nuklir setelah diguncang gempa terbesar yang pernah negara tersebut. Namun pihak berwenang memastikan tidak ada kebocoran radiasi terdeteksi.
Kebocoran dipastikan tidak terdeteksi di dekat ataupun di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir hingga Jumat sore waktu setempat. Hal ini tentunya menimbulkan sedikit kelegaan atas ancaman bahaya bocornya radiasi nuklir, demikian dilansir Kantor Berita Kyodo, Jumat (11/3/2011).
Badan pengawas nuklir PBB (IAEA) saat ini masih terus mencari detail tentang kondisi pembangkit nuklir Jepang. IAEA sudah mengeluarkan pernyataan bahwa empat pembangkit nuklir Jepang saat ini sudah ditutup dengan aman, tepat setelah gempa 8,9 skala richter melanda.
Menurut keterangan Kementerian Industri Jepang, total 11 reaktor nuklir milik mereka yang sudah ditutup secara otomatis di PLTN Onagawa, Fukushima no.1 dan No.2, serta PLTN Tokai no.2, setelah gempa mengguncang gempa.
Efek gempa dahsyat ini memang sangat mematikan. Polisi menyatakan telah menemukan jasad warga hingga 300 jiwa di Miyagi. Diperkirakan ratusan warga yang tewas tersebut tersapu oleh gelombang.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomantar, tapi gunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami ya. ^_^
Untuk yang berkomantar kurang sopan atau mengandung unsur profokasi, admin akan menhapusnya. terimaksih untuk partisipasinya. Selamat berkomentar...