WASHINGTON - Baru saja pemerintah AS mengeluarkan Twitter feeds berbahasa Arab dan Farsi, mereka melengkapinya kembali dengan bahasa China, Rusia dan Hindi.
Gedung Putih mengatakan bahwa berbagai bahasa yang ada di twitter feeds akan mampu menjangkau orang-orang di negara yang dimaksud sehingga informasi yang tersebar merata. Baik untuk masyarakat di Timur Tengah, China, Rusia maupun India.
"Pemerintah AS berkomitmen untuk melanjutkan perbincangan dengan orang-orang di seluruh dunia. Minggu lalu kami meluncurkan Twitter feeds berbahasa Arab, Farsi, menambahkan layanan sebelumnya dalam bahasa Prancis dan Spanyol. Kami akan menggelontorkan bahasa lainnya seperti China, Rusia dan Hindi, dalam kurun tidak lama lagi," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, seperti dikutip melalui Straits Times, Rabu (16/2/2011).
Hal ini, lanjut Clinton, memungkinkan pemerintah AS untuk melakukan percakapan dua arah secara real-time dengan orang-orang di negara di mana pemerintahnya sering melakukan pemblokiran koneksi internet.
Clinton memaparkan, negara yang dimaksud adalah China, Kuba, Iran, Myanmar, Syria, dan Vietnam. Negara dengan sensor ketat terhadap akses internet.
"Di China, pemerintah menyensor konten dan mengarahkan hasil pencarian ke halaman eror. Sedangkan di Myanmar, situs berita independen telah diblokir secara sengaja dengan metode distributed denial of service attacks (DDoS)," jelas Clinton.
Meski perilaku terhadap internet tidak sama di setiap negara namun Clinton menyadari jika hal itu dilakukan dengan satu tujuan, yaitu menyensor kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat yang tersebar di dunia maya.(oke zone)
Twitter AS Berbahasa China, Rusia dan Hindi
Posted by Danu Widjaya on Kamis, Februari 17, 2011. Jejaring sosial - No comments
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomantar, tapi gunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami ya. ^_^
Untuk yang berkomantar kurang sopan atau mengandung unsur profokasi, admin akan menhapusnya. terimaksih untuk partisipasinya. Selamat berkomentar...